Hukum Islam

Selasa, 27 November 2012

Anis Baswedan Di Palangka Raya


Selasa, 27 November 2012  adalah merupakan hari untuk kali pertama kota Palangka Raya didatangi oleh  seorang tokoh muda yang diproyeksikan sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Siapa yang tidak mengenal  Anis Baswedan, Ph.D. Majalah Foreign Policy telah memasukan Anies dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia.Nama Anies Baswedan tercantum sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar yang dirilis majalah tersebut pada edisi April 2008. Anies berada pada jajaran nama-nama tokoh dunia antara lain tokoh perdamaian, Noam Chomsky, para penerima penghargaan Nobel, seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen, serta Vaclav Havel, filsuf, negarawan, sastrawan, dan ikon demokrasi dari Ceko. Sementara, World Economic Forum, berpusat di Davos, memilih Anies sebagai salah satu Young Global Leaders (Februari 2009).
Kemudian, pada April 2010, Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April (2010). Dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun”, Majalah Foresight menampilkan 20 tokoh yang diperkirakan skan menjadi perhatian dunia. Mereka akan berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang. Nama Anies disematkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS, Paul Ryan.
Majalah bulanan berbahasa Jepang itu menilai bahwa Anies adalah tokoh yang merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.
Saat ini beliau sebagai Rektor Universitas Paramadina Jakarta, menggantikan mendiang penggagas dan pendiri universitas tersebut. Beliau dinobatkan  sebagai rektor universitas termuda di Indonesia sewaktu beliau berumur 38 tahun.

GERAKAN INDONESIA MENGAJAR

Gerakan ini merupakan bentuk metamorfosa dari PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa) yang pernah dilakukan di era1950-an oleh Prof.Dr. Koesnadi  Hardjasoemantri. Pak Koes panggilan akrabnya adalah mantan rektor Universitas Gajahmada Yogjakarta periode 1986-1990. Pak Koes adalah mahasiswa pertama UGM sewaktu universitas ini berdiri yang berasal dari keluarga keturunan ningratan Tasikmalaya Jawa barat. Ia juga mantan Tentara Pelajar ketika terjadi revolusi kemerdekaan.
Ketika Anis menjadi mahasiswa di tahun 1990-anlah merupakan awal pertama kali berinteraksi, bersinggungan dan sampai menginspirasnya untuk melakukan hal yang sama sepulang menempuh studi di negeri paman sam.
Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM ini. Beliau berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun. Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi bagi Indonesia Mengajar.
Sepulang Anis Baswedan dari negeri Paman Sam, apa yang pernah menginspirasi pikirannya dari seorang inisiator yang tidak lain adalah mantan rektornya di UGM, kemudian timbul kembali sekalipun di era yang berlainan. Kalau saja dahulu itu di era pasca revolusi kemerdekaan dengan nama PTM, akan tetapi beliu harus  menterjemahkan dan membungkusnya kembali dengan cover yang berbeda di era reformasi dengan semangat dan nilai yang sama. Yakni  menjadi sebuah Gerakan Indonesia Mengajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat...