Hukum Islam

Selasa, 07 Agustus 2018

HAM Dalam Aspek HTN


Hak Asasi Manusia aspek Hukum Tata Negara
Dalam sejarah perumusan UUD 1945 diketahui adanya perbedaan pandangan mengenai hak asasi manusia (terutama hak – hak warga negara) di antara founding fathers, terutama antara Soekarno – Soepomo di satu sisi dan Hatta – Yamin di sisi lain terutama dalam perdebatan mengenai perlu atau tidaknya mencantumkan hak berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat dalam UUD 1945.
a. apakah benar bahwa Soekarno dan Soepomo tidak sepakat sama sekali untuk memasukkan HAM dalam ketentuan UUD 1945 dan apa perbedaan alasan di antara keduanya? Jelaskan!
Penolakan Soekarno dan Supomo tersebut didasarkan pada pandangan mereka mengenai dasar negara –yang dalam istilah Soekarno disebut dengan “Philosofische grondslag” atau dalam istilah Supomo disebut “Staatsidee”– yang tidak berlandaskan pada faham liberalisme dan kapitalisme. Menurut pandangan Soekarno, jaminan perlindungan hak warga negara itu –yang berasal dari revolusi Prancis, merupakan basis dari faham liberalisme dan individualisme yang telah menyebabkan lahirnya imperialisme dan peperangan antara manusia dengan manusia. Soekarno menginginkan negara yang mau didirikan itu didasarkan pada asas kekeluargaan atau gotong-royong, dan karena itu tidak perlu dijamin hak warga negara di dalamnya.

RPS PHI




KEMENTERIAN AGAMAINSTUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PALANGKA RAYAFAKULTAS SYARI’AHRENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER 


Mata kuliah                        :  Pengantar Hukum Indonesia
Kode                                  :  SYA 06.2
Semester                            :  2  sks :  2          
Jurusan / Prodi                   :  HKI
Dosen pengampu               : Ali Murtadho  Emzaed, S.Ag., M.H.
Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah ini : 
Sikap                 :  Menerima pembedaan dan pengkategorian hukum positif yang berlaku di Indonesia
Keterampilan  :  Memilah,  membedakan dan  mengkatagorikan hukum positif yang berlaku di Indonesia
Pengetahuan  :   Memahami dan menjelaskan pokok-pokok  hukum positif yang berlaku di Indonesia

Senin, 08 Juli 2013

Visibilitas Hilal 1 Ramadan 1434 Hijriyah di Palangka Raya


VISIBILITAS HILAL 1 RAMADAN 1434 HIJRIYAH  DI PALANGKA RAYA
Oleh: Ali Murtadho, S.Ag., M.H.
(Mantan Pelaksana Hisab Rukyah Kantor Kementerian Agama Kab.  Sintang Prov. Kalimantan Barat yang kini  Pegawai pada STAIN Palangka Raya)

Seorang anak tiga belas tahun di bulan Syakban
Menjelang suatu Maghrib berseru kepada bulan
“Rembulan, adakah teka-teki yang akan kau suguhkan
Tentang nama hari apa gerangan, awal dan akhir  Ramadan?”

Itulah potongan  sebait syair  puisi yang ditulis oleh  penyair kenamaan yang bergelar Datuk Panji Alam Khalifatullah yang diberijudul  “ Bulan, Apa Betul itu, Kau Sulit Dilihat?”. Beliau adalah  Taufik Ismail yang telah menulis  puisi ini pada hari Rabu, 14 Ramadan 1420 H/12 Desember  1999 ketika di Masjidil Haram dan sempat dimuat di harian REPUBLIKA, Sabtu, 15 Desember 2002.
Setiap kali datang bulan ramadhan, sebagian besar umat Islam yang tak terkecuali Taufik Ismail yang telah dibuat galau oleh pertanyaan , kapan dimulai puasa Ramadannya, bersamaan atau tidak? Dan kapan pula hari raya idul fitrinya, bersamaan atau tidak?  Kendatipun kalender yang tergantung di rumah-rumah mereka  telah terjadwal  dengan apik dan jelas. Itulah barangkali makna potongan syair di atas yang menyiratkan kegalauan sikap sebagian besar umat Islam ketika Ramadan akan  menghampirinya

Jumat, 31 Mei 2013

Zakat Profesi Dalam Tinjauan Hukum Islam



ZAKAT PROFESI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM[1]
Oleh : Ali Murtadho, S.Ag., M.H.
Tenaga Pengajar Pada Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif(STAIMA) Sintang
Jl. Mensiku Jaya Kel. Kapuas Kanan Hilir Kota Sintang Kab. Sintang

Abstrak: Munculnya istilah Zakat Profesi di tengah-tengah kehidupan keagamaan umat Islam adalah sebuah realitas  empiris  karena dinamika dan perkembangan situasi dan kondisi yang berubah. Di mana istilah Zakat Profesi ini belum pernah dikenal pada masa Nabi Muhammad Saw. Hanya ada tujuh jenis zakat yang dikenal pada masa Rasulullah Saw., yaitu: zakat emas, perak, zakat hasil tanaman, zakat buah-buahan, zakat barang-barang perdagangan, zakat binatang ternak, zakat barang tambang dan zakat barang temuan(harta karun). Tidak dikenalnya zakat profesi pada masa Rasulullah Saw.  bukan berarti tidak diwajibkan. Kewajiban mengeluarkan zakat profesi dewasa ini mendasarkan diri kepada sumber hukum Islam al-Qur’an dan al-Hadist  melalui metodologi ijtihadi yakni dengan metode qiyas/analogi. Zakat profesi dianalogikan/diqiyaskan kepada zaktnya emas dan perak. Metode ini dipakai dalam rangka menjelaskan secara normatif-deduktif  yang mengacu pada al-Qur’an dan al-Hadits terhadap persoalan-persoalan yang timbul di kemudian hari yang tidak ditunjuk hukumnya di dalam  sumber hokum Islam tersebut.

Kata Kunci : Zakat Profesi, Hukum Islam

  1. Pendahuluan
 Islam adalah agama yang memperhatikan kesejahteraan sosial. Hal ini dapat dilihat dari adanya aturan tentang kewajiban membayar zakat, yaitu memberikan harta dari orang kaya kepada orang miskin. Kemiskinan adalah hal yang sudah dikenal semenjak beberapa abad yang silam. Dengan demikian umat manusia tidak pernah jauh dari kegiatan bagaimana mengusahakan agar hal ini bisa diatasi.[2] Sehingga tidak ada individu yang tersia-siakan, yang tidak punya nafkah dan bekal hidup. Cara yang paling baik untuk membagi harta adalah zakat, dengan ukuran yang tidak menyulitkan bagi si kaya, zakat dapat meningkatkan taraf hidup si miskin, menyelamatkannya dari kesengsaraan hidup dan beban kehidupan yang berat.[3]
Konsep Islam dalam mewajibkan mengeluarkan zakat tidak semata-mata untuk melaksanakan kewajiban agama, akan tetapi untuk memecahkan problema kemiskinan, memeratakan pendapatan, meningkatkan kesejahteraan umat dan Negara. Hal ini tidak akan tercapai, apabila pelaksanaan zakat  diserahkan sepenuhnya kepada kemauan  para wajib zakat.[4]
Zakat bukanlah suatu karunia yang diberikan oleh si kaya kepada si miskin, akan tetapi zakat adalah hak si miskin yang dititipkan oleh Allah melalui orang kaya supaya diberikannya kelak kepada si miskin. Firman Allah : “Di dalam harta mereka ada hak orang yang meminta dan hak orang yang tidak meminta karena malu (orang yang membutuhkan)”[5] Kewajiban membayar zakat adalah kewajiban yang mendasar dalam ajaran Islam dan dianggap sebagai satu rukun dari rukun Islam yang lima, sesuai dengan sabda nabi dalam sebuah al-Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Umar yang artinya:“Islam itu dibangun atas lima dasar : bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji dan berpuasa pada bulan ramadhan”.[6]

Kamis, 29 November 2012

HARI ULANG TAHUN (HUT) kORP PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KE-41 DI PALANGKA RAYA

Hari Ulang Tahun Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-41 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ditandai dengan apel bendera yang diadakan di depan Kantor Gubernuran kemarin,(29/11/2012). Tepat pukul 08.00. WIB Apel  bendera dimulai. Sebagai Inspektur upacara Bapak Wakil Gubernur Provinsi Klimantan Tengah yang dihadiri lebih dari  500  perwakilan anggota Korpri dari berbagai Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), unsur Muspida, dan tamu-tamu undangan lainnya.
Hari Ulang Tahun Korpri ke-41 Tahun 2012 ini mengambil tema :"Pemantapan Jiwa Korpri Guna Mempercepat Reformasi Birokrasi". Tema tersebut kemudian dijabarkan lagi dengan sub tema,  "Dengan Hari Ulang Tahun ke-41 Korpri Tahun 2012 Kita Tingkatkan Disiplin, Pelayanan dan Kinerja untuk Mencapai Reformasi Birokrasi di Kalimantan Tengah."

Amanat Presiden Republik Indonesia

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono. Dalam amanatnya, secara garis besar presiden menekankan pentingnya reformasi birokrasi. Korp Pegawai Republik Indonesia sebagai aparatur  pemerintah harus bekerja secara profesional, memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik, mengubah mental penguasa yang maunya dilayani ke arah mental abdi negara yang  siap sedia memberikan core service kepada masyarakat. Selanjutnya presiden pula menekankan untuk mengubah gaya birokrasi yang panjang dan berbelit dengan gaya birokrasi yang sederhana yang memang itu menjadi tuntutan dari semangat reformasi birokrasi.
Berkaitan dengan masalah anggaran negara harus diperuntukkan  pembangunan yang pelaksanaannya sesuai dengan  aturan yang berlaku sehingga transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi dapat dilaksanakan dengan baik.
(citizen journalis/ ali murtadho m. zaed, maaf kalau ada salah kata).

Rabu, 28 November 2012

Satu Tahun Unit Pengumpul Zakat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang


1 Tahun
 
 


                                                    Masa Khidmah Unit Pengumpul zakat Kantor Kemenag Kab Sintang
Beberapa waktu yang lalu, pengurus unit pengumpul zakat telah melakukan Rapat evaluasi program setahun masa khidmat unit pengumpul zakat kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang yang di buka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Drs. H.Romli, M. Si. Pelaksanaan  Rapat evaluasi program  ini dihadiri oleh segenap  pengurus  unit pengumpul Zakat periode 2010-2013. Dalam sebuah sambutannya,  Kepala Kantor kita selalu memberikan semangat dan dukungan terhadap pengurus UPZ KanKemenag serta mengingatkan untuk menjaga amanah  harta zakat  demi terwujudnya pengelolaan zakat yang dapat memberikan kemanfaatan  besar  bagi kaum dhu’afa (kaum lemah).
Nampak antusiasme para peserta rapat evaluasi yang ditandai oleh banyaknya usulan dan apresiasi terhadap kinerja dari kepengurusan  yang sedang  berlangsung. Oleh karena itu pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ)  mengapresiasi setinggi-tingginya kepada  satker Kemenag, MIN, MTs N, dan MAN  serta semua pihak sebagai muzakki tetap yang telah mendukung dan memotifasi  demi terwujudnya  Program-program Kerja UPZ kemarin , kini dan yang akan datang.
Grand design UPZ Kantor kementerian Agama Kab. Sintang telah menitik beratkan   Bea Siswa dan Bantuan Ekonomi Produktif  sebagai programnya.  Hal itu telah dimulai untuk masa khidmat tahun 2010 yang lalu dan akan selalu dipertahankan  untuk masa-masa khidmat tahun berikutnya. Hal ini telah menjadi sebuah kesepakatan dan keputusan dari segenap pengurus UPZ Kantor kementerian Agama. Penekanan tersebut tentu tidak melupakan bantuan-bantuan yang sifatnya konsumtif.
Starting masa Khidmah tahun 2010 semenjak dikeluarkannya  Surat Keputusan  Ketua Badan Amil Zakat (BAZDA) Kabupaten Sintang No. 05 Tahun 2010 tertanggal 15 April 2010 tentang  Penetapan Susunan pengurus  Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kab. Sintang. Oleh karena itu segala bentuk pengadministrasian UPZ , geliatnya sudah terekam  pada bulan April 2010 sebagaimana dapat dibaca pada  Laporan tahunan Keuangan .
Adapun program-program kerja  yang telah dilasanakan oleh UPZ Kantor Kementerian Agama Kab. Sintang   untuk masa khidmat 2010 adalah sebagai berikut :
a.   Program Bea Siswa Anak Sekolah.
- Pemberian Tas beserta alat Tulis Sekolah Kepada  48 Siswa dari MIN, MTs N, MTs Sabilal Muhtadin, MI Thoriqul Huda Nenak.
- Bantuan SPP Tunai  Kepada 3 anak MAN, 6 anak MA Mujahidin, Dan 4 anak SMK Muhammadiyah Yang dibayarkan Triwulan sekali selama 1 Tahun.
- Bantuan  anak Asuh Pak Melingan Ketungau Hilir yang kuliah di Jakarta, sekolah di Yogjakarta
- Bantuan bea siswa Anak Staima dan Akper Sintang
- Bantuan bea siswa Santri Ponpes Darul Ma’arif Sintang
b. Program Sarana Pendidikan
       - RA DWP Kemenag Sintang
c.  Program Konsumtif
      - Muallaf Nanga Lebang
      - Musibah Kebakaran Ma’arif stg
      - Isra’ miraj, Buka puasa dll
d.  Bantuan Kesehatan Kesehatan a.n. Subagio bin Sulaiman
d.  Program Usaha Produktif a.n. Nur Ikhsan Untuk Usaha Pecel Lele  dan Bakso Di Jl. Sintang - Putussibau.

Oleh Karena itu, kami segenap pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang mohon doa  restunya  dan mengundang kepada semua muslimin dan muslimat  untuk  menjadi Muzakki (orang yang berzakat) atau setidak-tidaknya   memberikan semangat dan dukungannya demi  terlaksananya program-program di masa-masa mendatang.
Untuk Layanan Informasi dan konsultasi Zakat, Silahkan Hubungi  Mufti  Hp.081 352 643713, Atau di  Sekretariat : Jl. Mujahidin  Telp. (0565) 21801  Sintang 78611


                                                                                                                                                          

Selasa, 27 November 2012

Anis Baswedan Di Palangka Raya


Selasa, 27 November 2012  adalah merupakan hari untuk kali pertama kota Palangka Raya didatangi oleh  seorang tokoh muda yang diproyeksikan sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Siapa yang tidak mengenal  Anis Baswedan, Ph.D. Majalah Foreign Policy telah memasukan Anies dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia.Nama Anies Baswedan tercantum sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar yang dirilis majalah tersebut pada edisi April 2008. Anies berada pada jajaran nama-nama tokoh dunia antara lain tokoh perdamaian, Noam Chomsky, para penerima penghargaan Nobel, seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen, serta Vaclav Havel, filsuf, negarawan, sastrawan, dan ikon demokrasi dari Ceko. Sementara, World Economic Forum, berpusat di Davos, memilih Anies sebagai salah satu Young Global Leaders (Februari 2009).
Kemudian, pada April 2010, Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April (2010). Dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun”, Majalah Foresight menampilkan 20 tokoh yang diperkirakan skan menjadi perhatian dunia. Mereka akan berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang. Nama Anies disematkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS, Paul Ryan.
Majalah bulanan berbahasa Jepang itu menilai bahwa Anies adalah tokoh yang merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.
Saat ini beliau sebagai Rektor Universitas Paramadina Jakarta, menggantikan mendiang penggagas dan pendiri universitas tersebut. Beliau dinobatkan  sebagai rektor universitas termuda di Indonesia sewaktu beliau berumur 38 tahun.

GERAKAN INDONESIA MENGAJAR

Gerakan ini merupakan bentuk metamorfosa dari PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa) yang pernah dilakukan di era1950-an oleh Prof.Dr. Koesnadi  Hardjasoemantri. Pak Koes panggilan akrabnya adalah mantan rektor Universitas Gajahmada Yogjakarta periode 1986-1990. Pak Koes adalah mahasiswa pertama UGM sewaktu universitas ini berdiri yang berasal dari keluarga keturunan ningratan Tasikmalaya Jawa barat. Ia juga mantan Tentara Pelajar ketika terjadi revolusi kemerdekaan.
Ketika Anis menjadi mahasiswa di tahun 1990-anlah merupakan awal pertama kali berinteraksi, bersinggungan dan sampai menginspirasnya untuk melakukan hal yang sama sepulang menempuh studi di negeri paman sam.
Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM ini. Beliau berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun. Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi bagi Indonesia Mengajar.
Sepulang Anis Baswedan dari negeri Paman Sam, apa yang pernah menginspirasi pikirannya dari seorang inisiator yang tidak lain adalah mantan rektornya di UGM, kemudian timbul kembali sekalipun di era yang berlainan. Kalau saja dahulu itu di era pasca revolusi kemerdekaan dengan nama PTM, akan tetapi beliu harus  menterjemahkan dan membungkusnya kembali dengan cover yang berbeda di era reformasi dengan semangat dan nilai yang sama. Yakni  menjadi sebuah Gerakan Indonesia Mengajar.

Memuat...